Home »  Imateducation » Dampak Perubahan Iklim Terhadap Produksi Padi di Indonesia
INFOKOM IMATEKTA 2022 / Published: 30 Oktober 2022

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PRODUKSI PADI DI INDONESIA

Perubahan Iklim merupakan tantangan global yang dapat berpengaruh pada aspek kehidupan, khususnya pada bidang pertanian. Pertanian memegang peranan penting untuk mencapai pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Perubahan iklim akan berdampak pada terjadinya perubahan produksi pangan dunia, kekeringan, banjir, serta kelangkaan sumberdaya air dan pangan. Dalam budidaya tanaman sendiri ada tiga faktor yang berpengaruh yaitu iklim, tanah dan tanaman. Jika ada salah satu faktor yang tidak mendukung maka akan berdampak pada hasil produktivitas budidaya. Iklim memegang peranan yang lebih besar terhadap tanaman, namun kondisi iklim tidak dapat dikendalikan langsung oleh manusia. Iklim bersifat dinamis dan kompleks sehingga hanya dapat menyesuaikan dengan iklim setempat. Saat ini suhu udara, curah hujan telah mengalami perubahan yang disebabkan oleh pemanasan global, serta meningkatnya konsentrasi CO₂ akibat perubahan iklim.

Lahan sawah yang ada di Indonesia menurut BPS adalah 8,1 juta hektar, dimana 82% merupakan sawah irigasi dan 18% non irigasi, dan sebanyak 40% berada di Pulau jawa yang dimana petani banyak menanam Padi. Salah satu unsur iklim yang berperan terhadap ketersediaan air bagi tanaman adalah curah hujan. Produksi padi mengalami peningkatan atau penurunan berkaitan dengan ketersediaan air selama musim tanam. Dengan demikian curah hujan merupakan faktor terpenting untuk mengetahui fluktuasi produksi padi. Tanaman padi membutuhkan 600-1200 mm air selama 90-120 hari sampai masa panen. Jika tanaman padi mengalami kekurangan air pada masa reproduktif dapat berdampak pada penurunan produksi yang lebih besar, sehingga kekurangan air pada masa ini dapat berdampak besar terhadap pertumbuhan tanaman, peranan ketersediaan air juga sangat penting pada saat pembentukan biji padi.

Dengan demikian, perubahan iklim cukup rentan terhadap penurunan luas panen dan produksi padi di Indonesia. Sehingga, Indonesia mempunyai risiko tinggi pada penurunan produksi tanaman padi sekitar 1,37% per tahun, yang dapat dilakukan adalah adaptasi strategis untuk mengantisipasi dan mencegah penurunan produksi tanaman padi.


Source : 

Estiningtyas, Woro. Syakir, Muhammad. 2017. Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Produksi padi di Lahan Tadah Hujan. Jurnal Meteorologi dan Geofisika. 18(2). 83-93.

Pinuji, Sukmo. 2020. Perubahan Iklim, Pengelolaan Lahan Berkelanjutan dan Tata Kelola Lahan yang Bertanggung Jawab. Jurnal Agraria dan Pertanahan. 6(2). 189-200.

Ruminta, Handoko, Nurmala, Tati. 2018. Indikasi Perubahan Iklim dan Dampaknya Terhadap Produksi Padi di Indonesia. Jurnal Agro. 5(1). 48-60.