Hindari Krisis Air dengan Memanen Air Hujan
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan keberadaannya sangat berlimpah. Kebaradaan air yang berlimpah dimuka bumi menjadi salah satu pemanfaatan terhadap kebutuhan air setiap harinya. Air yang tersedia tidak dapat dimanfaatkan secara utuh bagi kebutuhan pribadi manusia atau mahluk hidup. Kebutuhan akan air bagi mahluk hidup adalah salah satu pemanfaatan ketersediaan air dimuka bumi. Air dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh sebagai sirkulasi kesehatan bagi tubuh. Selain itu pemanfaatan air bagi manusia juga berfungsi untuk membersihkan badan, mencuci, dan lain sebagainya.
Ketersediaan air bersih bagi kebutuhan mahluk hidup terus mengalami masalah dan kelangkaan. Hal ini disebabkan perubahan iklim global yang sangat drastis menyebabkan perubahan cuaca yang tidak teratur. Perubahan iklim yang terus meningkat membrikan dampak bahaya bagi keberlangsungan hidup mahluk hidup. Perubahan ini terjadi dengan dampak yang memberikan peningkatan terhadap unsur iklim berupa suhu udara, tekanan udara, dan curah hujan (Amalia,dkk. 2014).
sumber: merdeka.com
Gambar 1. Ketersediaan Air yang Semakin Berkurang
Perubahan iklim yang terus meningkat menyebabkan ketersediaan air bersih terus menurun. Hal ini disebabkan karena cuaca yang tidak menentu yang berakibat bagi ketersediaan air bersih dari hasil siklus hidrologi. Permasalahan kelangkaan air Indonesia salah satunya di Kabupaten Jember tepatnya pada Kecamatan Patrang pada Bulan Februari 2022 kemarin. Tercatat terdapat 250 kepala keluarga telah mengalami krisis air bersih, sehingga PMI Kabupaten Jember mendistribusikan air bersih sebanyak 10.000 liter kepada warga yang membutuhkan.
Sumber: jurnal resource UGM
Gambar 2. Perubahan Iklim Global
Kelangkaan air bersih yang semakin meningkat terjadi dibelahan dunia terutama di Negara Indonesia menjadi permasalahan serius yang perlu ditangani. Faktor utama yang harus diperhatikan adalah ketersediaan data iklim dalam 20 tahun terakhir. Pengaruh perubahan iklim akan sangat berpengaruh pada siklus air yang tidak menentu. Sehingga air bersih yang tersedia pada saat muim kemarau yang berkepanjangan akan menipis dan berkurang secara terus menerus (Sudarti,dkk. 2021)
Selain itu, masalah kekurangan atau kelangkaan air bersih dapat ditangani dengan cara pemanenan air hujan (PAH). Memanen air hujan dapat digunakan sebagai alternatif sumber air. Tujuan pemanenan air hujan mencakup penangkapan air hujan (pra-bersih), mengumpulkan, dan kemudian menggunakan air untuk berbagai keperluan di bangunan atau gedung.
Terdapat tiga komponen dasar yang harus ada pada sistem pemanenan air hujan.
1. Permukaan atap untuk penangkapan air hujan
2. Talang untuk penyaluran air hujan ke bak penampung
3. Bak penampung untuk tempat penyimpanan air hujan
Dalam penggunaan air hujan, perlunya untuk dilakukan penyaringan atau filtrasi terlebih dahulu menggunakan ijuk, pasir, kerikil, arang, dan batu gamping. Penyaringan dilakukan sebelum air tertampung di bak penampung. Untuk mengkonsumsi air hujan, dapat dilakukan dengan pemanfaatan arus listrik yaitu dengan metode elektrolisis. Metode ini adalah metode desinfeksi air dengan mengalirkan arus listrik melewati air yang menimbulkan reaksi kimia yang mampu membunuh mikroba.
Metode tersebut telah dilakukan oleh warga Desa Bunder di Klaten, Jawa Tengah. Warga desa tersebut telah memanfaatkan penuh hasil panen air hujan untuk kebutuhan hidup sehari-hari (minum, masak, mencuci, dll). Saat musim hujan tiba, satu kepala keluarga mampu menampung 100.000 liter yang dapat digunakan untuk satu tahun. Dengan metode elektrolisis, warga mampu mengonsumsi air hujan yang telah dipanen dengan cara merebusnya terlebih dahulu.
Kelangkaan dan ketersediaan air bersih yang terus menerus dapat ditanggulangi dengan melestarikan lingkungan dan membudidayakan hidup bersih. Perubahan iklim global yang meningkat terjadi akibat aktivitas manusia yang kurang memperhatikan keberlangsungan kelestarian alam sekitar. Melestarikan dan menjaga lingkungan sekitar akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan lingkungan. Sehingga, ketersediaan air bersih tidak lagi menjadi maslah yang terus berlanjut dan membuat masyarakat kesulitan dalam melakukan kegiatan dan aktivitas sehari hari.
Source :
Amalia, d. (2014). KETERSEDIAAN AIR BERSIH DAN PERUBAHAN IKLIM: STUDI KRISIS AIR DI KEDUNGKARANG. Jurnal Teknik PWK Volume 3 Nomor 2.
Sudarti, d. (2021). ANALISIS STUDI KASUS KRISIS KETERSEDIAN AIR MUSIM KEMARAU DALAM UPAYA MENANGGULANGI PADA MASYARAKAT DESA BUTUH. Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup, Vol.21, No.1, 14-20.
Wafi, d. (2020). PENANGGULANGAN KRISIS AIR BERSIH DI DESA SERIWE KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR. Jurnal Geodika Vol.1, No.2,, 34-40.