Penerapan Teknologi Drone Di Pertanian
Pertanian merupakan kegiatan budidaya tanaman dalam menghasilkan bahan pangan dengan pengelolaan yang berbeda – beda. Dalam perkembangan teknologi saat ini, pertanian menjadi salah satu kegiatan yang perlu diitingkatkan dengan cara menerapkan berbagai aspek teknologi untuk mempercepat pekerjaan petani. Hal tersebut juga didasari karena kurangnya minat kaum milenial saat ini dalam melanjutkan profesi petani, karena dianggap merugikan. Sehingga, dengan penerapan teknologi yang terus berkembang dalam berbagai aspek menjadi jawaban untuk membantu kinerja pertanian untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan ditengah masyarakat. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan pada kegiatan pertanian adalah teknologi Drone yang terus dikembangkan dengan kendali otomatis. Drone merupakan pesawat tanpa awak yang dikendalikan secara otomatis melalui program komputer yang telah dirancang atau dikendalikan jarak jauh melalui remote control oleh seorang pilot. Drone sering disebut Unmanned Aerial Vehicle (UAV), yang mampu digunakan dalam bidang pertanian sebagai teknologi penunjang untuk membantu pekerjaan petani.
Perkembangan drone awalnya dikembangkan untuk kebutuhan militer untuk memantau lokasi perang. Berdasarkan sejarahnya ide pengembangan pesawat tanpa pilot ada sejak Agustus 1894 pada saat Austria berusaha menyerang kota Vanesia di Italia berupa balon tak berawak yang diisi dengan bahan peledak (Kumparan.com,2020). Drone biasnya dilengkapi dengan alat atau sistem pengendali terbang melalui gelombang radio, GPS, elektronik control penerbangan, dan kamera beresolusi tinggi, kamera yang terdapat pada drone umumnya berupa kamera RGB ( Red Green Blue ) seperti layaknya mata manusia yang sensitive terhadap tiga warna tersebut (Haerudin, Nandi.dkk., 2020). Pada bidang pertanian drone menjadi salah satu yang dibutuhkan hal itu dikarenakan penggunaan drone dinilai lebih efektif dan efisien, drone dinilai sangat baik untuk penghematan waktu, biaya dan tenaga(Litbang.pertanian.go.id, 2020). Fungsi dan kegunaan tergantung pada tujuan digunakannya.
Penerapan Drone pada Bidang Pertanian :
1. Menebar benih :
Salah satu penerapan drone dalam kegiatan pertanian digunakan dalam menebar benih tanaman dengan proses yang terukur sesuai dengan area lahan yang ingin dikelola. Penggunaan drone ini merupakan modifikasi dari drone yang digunakan dalam penyemprotan pestisida tanaman. Modifikasi dilakukan dengan cara mengganti penampung benih (Hopper) dan memasang pengeluaran benih (seed metering devices). Drone ini mempunyai kapasitas muat sekitar 15 Kg benih padi dengan kecepatan tanam 2-3 km/jam mampu terbang pada ketinggian 1,5 – 2m dari permukaan tanah. Kapasitas lebar kerja yang dapat ditempuh adalah 4 meter dengan kapasitas kerja 0,8-1ha/jam, dan kecepatan tebar untuk benih adalah 21,6 km/jam. Pada pertanian di Indonesia drone sejenis ini mulai diperkenalkan pada petani sejak tahun 2019 dan terus dikembangkan sampai saat ini.
Sumber gambar : jatengpos.co.id
2. Pendeteksi dan Pemetaan Kondisi Tanaman :
Penggunaan drone pada pendeteksian dan pemetaan tanaman dilakukan dengan tujuan untuk memantau kondisi tanaman terutama dengan kondisi lahan yang cukup luas sehingga tidak memungkinkan jika pemantauan dilakukan secara manual. Pengunaan drone untuk kegiatan ini memiliki kelebihan dibanding dengan penggunaan citra satelit dimana pada saat pemantauan dengan menggunakan citra satelit memiliki kendala jika digunakan pada daerah tropis seperti tutupan awan. Pemantauan ini dilakukan dengan menggunakan kamera yang diletakkan pada drone dengan tujuan mendeteksi permasalahan yang terjadi pada tanaman saat masih proses pertumbuhan. Salah satu contoh dalam penggunaan drone untuk mendeteksi dan memetakkan tanaman adalah perkebunan kelapa sawit. Drone digunakan untuk memantau pertumbuhan Sawit yang mengalami gejala pembusukkan pangkal batang menggunakan drone dengan mengganti kamera semula kamera RGB menjadi kamera multispektral, (Santoso,Heri., 2020)
3. Penyemprotan Pestisida Tanaman :
Penggunaan drone dalam penyemprotan pestisida diterapkan untuk menjangkau lahan yang luas yang tidak memungkinkan pengelolaannya membutuhkan waktu yang lebih lama jika dilakukan secara langsung oleh manusia.Dalam hal ini drone dilengkapi dengan nozzle dan tabung berisi pestisida yang akan disebarkan keseluruh bagian tanaman. Drone dengan fungsi ini telah banyak membantu petani terutama pada perusahaan pertanian yang memiliki lahan tanaman yang luas sehingga dapat menghemat dari segi biaya dan tenaga. Pada pertanian di Indonesia sendiri, penggunaan drone dengan fungsi ini sudah banyak digunakan oleh para petani yang memilik lahan yang lebih luas.
Sumber gambar : Liputan6.com
4. Penebar dan penyemprot pupuk :
Penggunaan drone untuk menyeba dan menyemprotkan pupuk digunakan dalam tahapan pembudidayaan tanaman sebagai input tanaman untuk memnuhi kadar nutrisi tanaman. Drone yang digunakan untuk kegiatan ini dilengkapi dengan fitu – fitur seperti penampung pupuk, fitur penebar pupuk untuk jenis pupuk padat, dan nozzle penyemprot untuk jenis pupuk cair. Komponen kamera juga digunakan untuk memantau bagian – bagian lahan yang akan mendapatkan distribusi pupuk secara terukur dan merata, sehingga pertumbuhan tanaman dapat terkendali dengan baik. Drone dengan fungsi untuk kegiatan seperti ini banyak di terapkan pada lahan – lahan yang lebih luas.
5. Pemetaan lahan :
Pemetaan lahan dengan menggunakan drone menjadi salah satu pilihan alternatif selain dari penggunaan teknlogi pemetaan lainnya, seperti pemotretan udara dengan menggunakan awak ataupun pemetaan dengan menggunakan citra satelit. Penggunaan drone dinilai sangat menjanjikan untuk diaplikasikan dan dikembangkan karena sesuai dengan karakteristik topografis dan geografis Indonesia (Wikantika, 2009 dalam Shofiyanti,Rizatus.,2011).
Source :
Haerudin,Nandi., Rahmat Catur Wibowo., Teguh Endaryanto.2020.Pemetaan Pertanian Dengan Drone di Pekon Dadapan Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus Lampung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.Vol 4(3): 195-201
Kumparan.com.2020.Sejarah Drone yang Bermula dari Tekhnologi Militer Abad 19. https://kumparan.com/potongan-nostalgia/sejarah-drone-yang-bermula-dari-teknologi-militer-abad-19-. (Diakses 25 Maret 2022)
Litbang.pertanian.go.id.2020.Drone Penebar Benih Padi dan Penebar Pupuk Granul. https://www.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/3860/. (Diakses 25 Maret 2022)
Santoso,Heri.2020.Pengamatan dan Pemetaan Penyakit Busuk Pangkal Batang di Perkebunan Kelapa Sawit Menggunakan Unmnned Aerial Vehicle (UAV) dan Kamer Multispektral. Jurnal Fitopalogi Indonesia. Vol 16(2)
Shofiyah,Rizatus.2011. Tekhnologi Pesawat Tanpa Awak Untuk Pemetaan dan Pemantauan Tanaman dan Lahan Pertanian.Jurnal Informatika Pertanian.Vol 2 No 2 (58-64)