Home »  Imateducation » Penerapan Urban FarmingINFOKOM IMATEKTA 2022 / Published: 25 Juni 2022

Penerapan Urban Farming

Pada dasarnya Urban farming merupakan pemanfaatan ruang terbuka menjadi lahan hijau untuk menghasilkan produk pertanian. Konsep pertanian ini bisa membantu masyarakat menghasilkan bahan pangan sendiri sehingga salah satu keuntungannya adalah mempersingkat waktu distribusi hasil pertanian. Urban farming juga dikenal dengan istilah pertanian di perkotaan. Tingginya tingkat urbanisasi di perkotaan menyebabkan akses pangan setiap keluarga tidak sama. Hal ini menjadi salah satu masalah ketahanan pangan perkotaan. Menurut Purlika (2004), sebanyak 71% rumah tangga di perkotaan memiliki status ketahanan pangan dalam kategori sangat rawan pangan dan 19% dalam kategori rawan pangan. Penyebab kerawanan pangan di perkotaan umumnya karena masalah ketersediaan makanan dan ketidakberdayaan rumah kaum miskin kota untuk mendapatkan makanan aman, kualitas dan kuantitas yang cukup.

Konsep urban farming kemudian menawarkan solusi dengan menciptakan lahan terbuka hijau di tengah padatnya bangunan perkotaan. Pertanian perkotaan dapat mengelola kawasan perkotaan yang tercemar dalam lingkungan yang nyaman dan sehat untuk ditinggali. Menurut World bank (2013), produksi bahan makanan sendiri atau dalam kota dapat memperpendek proses distribusi pangan dan dapat mengurangi harga jual sehingga meningkatkan daya beli masyarakat (akses pangan). Dengan adanya urban farming ini meminimalisir adanya berbagai masalah menganai ketahanan pangan. Ada beberapa jenis tanaman yang bisa ditanam dalam pengelolaan bisnis urban farming adalah sejenis sayuran, herba, umbi-umbian, buah-buahan dan tanaman hias. Jenis tanaman sayuran yang biasa ditanam adalah selada bokai, sawi hijau, seledri, daun bawang, bayam, dan lobak; Sedangkan tanaman herba yang dapat ditanam adalah jahe, lemon, Lengkuas dan jenis lainnya. Dinas Budidaya Tanaman tersebut di atas adalah Sangat mudah untuk menggunakan teknik sederhana hingga kompleks. Penggunaan lebih banyak teknologi biasanya digunakan untuk menanam tanaman hias dan tanaman tanaman yang bertujuan untuk memiliki nilai komersial yang lebih tinggi.

Penerapan urban farming ini dilakukan dengan berbagai metode. Hidroponik dan aquaponic ialah salah satu contoh budidaya tanaman dalam urban farming. Penerapan metode hidroponik memerlukan peralatan yang lebih lengkap seperti talang, pipa dan sejenisnya untuk megalirkan air dan alat pompa air. Selain itu dibutuhkan berbagai bahan-bahan tanam dan peralatan untuk mencampur unsur hara. Biasanya tanaman yang dapat diusahakan melalui hidroponik ini adalah pakcay, sayuran hijau, kangkung dan tanaman lain yang perakarannya sangat pendek. Sementara itu akuaponik merupakan metode budidaya pertanian yang mengkombinasikan antara budidaya tanaman dan budidaya perairan, seperti ikan dan memiliki sifat saling menguntungkan. Beberapa tanaman yang bisa dibudidayakan pada metode akuaponik ini adalah pakcay, kangkung, selada dan ikan mujair, mas dan lele. Metode wall gardening merupakan konsep penanaman yang memiliki kesamaan dengan vertikultur, tetapi menggunakan dinding sebagai media tanamnya. Beberapa tanaman yang bisa dibudidayakan adalah cabai, tanaman hias, dan sejenisnya.