Home »  Imateducation » Pengusaha Muda Disektor PertanianINFOKOM IMATEKTA 2022 / Published: 29 November 2022

PENGUSAHA MUDA DISEKTOR PERTANIAN

“ADI PRAMUDYA”

Adi Pramudya lahir dari keluarga pedagang. Keluarga yang memberikan jiwa berbisnis yang kuat dalam dirinya. Secara tidak langsung, Adi banyak belajar detil-detil bisnis dari sang ayah, seperti bagaimana berdagang yang baik, melayani pelanggan atau sekedar menghitung keuangan. Kehidupan yang memberinya mimpi besar, sukses sebagai seorang entrepreneur. Sembari menjalankan kegiatan perkuliahan di Universitas Gunadarma, Depok, Adi mencoba peruntungan berbisnis di  bidang kuliner dengan menjual pisang cokelat menggunakan gerobak di daerah Jagakarsa, Jakarta. Adi sempat vakum berbisnis, sampai akhirnya dia bertemu dengan seseorang yang bisnis di bidang pertanian ketika bertandang ke daerah Jonggol, Bogor, Jawa Barat. Dari situ Adi bertekad untuk menekuni usaha agribisnis. Ide tersebut seperti mengalir begitu saja saat Adi melihat potensi besar dari sebuah lahan yang luas dan belum digarap. Bisnis pertanian, bidang usaha yang tergolong kurang diminati. Saat itu, tahun 2011, pria lulusan Teknik Industri ini menyewa lahan dengan luas tidak sampai satu hektare seharga Rp 2,5 juta yang uangnya dia dapat hasil meminjam dari sang kakak. Sejak awal, Adi menyadari, memang tak tahu menahu tentang pertanian. Namun dengan tekad, ketekunan dan niat, ia belajar langsung budidaya singkong kepada petaninya selama tujuh bulan.

Komoditas pertama yang dia tanam adalah singkong. Cukup berhasil, namun ternyata harga jual hasil panen singkong tidak stabil di pasar. Hal ini membuat laba bersih yang dia peroleh menjadi terlampau kecil. Tahun 2012, Adi mencoba peruntungannya dengan mulai menanam lengkuas di lahan seluas 2 hektare. Ternyata dengan modal 40 juta untuk satu hektare lahan lengkuas, Adi bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 90 juta tiap kali panen. Bisnisnya berkembang pesat pada tahun 2014. Saat itu Adi telah mengelola lahan seluas 11,5 hektare. Sekitar 70 persen lahan masih dalam status sewa, sedangkan 30 persen sisanya sudah di atas lahan miliknya sendiri.  Setiap lahan bisa menghasilkan 35-40 ton rempah. Setiap kali panen omzetnya hingga Rp300 juta. Hanya dalam kurun waktu dua tahun, Adi berhasil menguasai pasar-pasar induk di seluruh Jabodetabek sebagai salah satu pemasok bumbu dapur. Setelah menguasai pasar lokal, pangsa pasar ekspor mulai diliriknya dan berhasil. Ekspor rempah Adi  tembus hingga mencapai Eropa, dengan mengirimkan lengkuas ke Jerman dan Belanda. Sejak saat itu perusahaannya, C.V. Anugrah Adi Jaya terus berkembang. Kini, tak hanya lengkuas saja, beberapa komoditas rempah lainnya sudah ditanamnya. Keberhasilan tersebut menjadikan bisnis pertanian milik pemenang Wirausaha Muda Berprestasi pada tahun 2014 Kemenpora kian berkibar.